11 May 2026 • 16 dilihat • Oleh: Super Administrator
Dinas Pendidikan Tambrauw Siapkan Langkah Alternatif untuk Pendidikan di Zona Konflik Tambrauw – Situasi keamanan yang belum kondusif di sejumlah distrik Kabupaten Tambrauw berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan bergerak cepat dengan menyiapkan berbagai skenario agar hak belajar anak-anak tetap terjamin. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, Karel Nauw, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama kepala bidang, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk merumuskan strategi pembelajaran di tengah keterbatasan. “Kami tidak ingin anak-anak menjadi korban dalam hal pendidikan. Karena itu, perlu langkah alternatif agar proses belajar tetap berjalan,” ujarnya, Senin (23/03/2026). Sejumlah wilayah terdampak serius antara lain Bamusbama, Bamuswaiman, Yembun, Fef, Syubun, dan Salewok, serta mulai dirasakan di Miyah dan Amberbaken. Sebagai langkah awal, tenaga pendidik diarahkan untuk sementara waktu mengamankan diri ke daerah yang lebih kondusif seperti Sorong dan Manokwari. Selain itu, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan kepala distrik dan kampung guna memperkuat perlindungan bagi guru. “Kami harus duduk bersama untuk membangun komitmen perlindungan tenaga pendidik,” tambah Karel. Dalam kondisi darurat, opsi kurikulum darurat sedang dipertimbangkan. Skema ini memungkinkan guru tetap memberi tugas agar siswa tidak mengalami kekosongan belajar. Namun, pembelajaran daring belum bisa diterapkan maksimal karena keterbatasan jaringan internet dan perangkat di banyak wilayah. Sebagai alternatif lain, siswa dari zona rawan berpotensi dititipkan ke sekolah di wilayah aman seperti Sausapor. Meski demikian, pemindahan massal ke kota besar seperti Sorong belum memungkinkan karena keterbatasan anggaran, terutama biaya transportasi. Untuk sementara, sekolah di wilayah aman tetap berjalan normal, sementara di daerah rawan aktivitas belajar dihentikan sambil menunggu hasil koordinasi lanjutan. Karel menegaskan pentingnya dukungan semua pihak, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan. “Guru dan tenaga kesehatan hadir untuk mengabdi. Perlindungan mereka adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
03 Sep 2026
23 Mar 2026
23 Mar 2026
27 Feb 2026
13 Feb 2026
11 Feb 2026
11 Feb 2026
01 Feb 2026
29 Jan 2026
23 Jan 2026
06 Jan 2026
03 Dec 2025
01 Dec 2025
11 Nov 2025
07 Nov 2025
21 Sep 2025
26 Jun 2025
16 Jun 2025
09 Jun 2025
09 Jun 2025
30 May 2025
02 May 2025
31 Mar 2025
03 Mar 2025
20 Feb 2025
20 Jan 2025
07 Jan 2025
07 Jan 2025
06 Jan 2025
06 Jan 2025
06 Jan 2025
06 Jan 2025
30 Jun 2024
30 Jun 2024
22 Mar 2024
22 Mar 2024
05 Aug 2022