Pendidikan Tambrauw Berbenah, Dinas Siapkan Desain Besar
Pendidikan Tambrauw Berbenah, Dinas Siapkan Desain Besar
Tambrauw – Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pendidikan mulai merancang desain besar arah pembangunan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Fokus utama diarahkan pada penguatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lulusan siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan daerah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw, Karel Nauw, menegaskan bahwa arah pendidikan harus dirancang sistematis agar kebijakan tidak berjalan tanpa arah. “Kita ingin desain pendidikan Kabupaten Tambrauw jelas, baik SD, SMP, SMA sampai SMK. Terutama SMK, karena daya dorongnya besar untuk menyiapkan anak-anak kita agar setelah lulus bisa langsung siap pakai,” ujarnya (11/02/2026).
Saat ini Tambrauw memiliki SMK Pertanian di Yembun dan SMK Manajemen dan Bisnis di Kebar. Ke depan, sekolah-sekolah tersebut akan didorong agar menghasilkan lulusan sesuai potensi daerah dan kebutuhan pasar kerja. Untuk memperkuat perencanaan, Dinas Pendidikan menjalin komunikasi dengan Universitas Papua (UNIPA). Melalui koordinasi dengan pihak kampus, pemerintah berharap mendapat pendampingan dalam menyusun arah pendidikan jangka panjang.
Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama kondisi geografis Tambrauw yang luas dan sulit dijangkau. Selama ini perhatian lebih banyak pada sekolah di jalur utama, sementara sekolah di pegunungan dan pesisir belum maksimal tersentuh. Wilayah pedalaman seperti Krisnos hingga perbatasan Manokwari Selatan menjadi perhatian khusus karena fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar masih terbatas.
Di Krisnos, misalnya, terdapat sekitar 50–60 anak usia sekolah yang belum bisa bersekolah karena tidak ada guru dan gedung sekolah memadai. Masyarakat setempat bahkan telah berinisiatif membangun sekolah kayu sederhana secara swadaya. Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan berkomitmen membuka sekolah baru tahun ini, lengkap dengan gedung, tenaga pengajar, seragam, dan perlengkapan siswa.
Karel Nauw menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Dengan desain yang jelas, kerja sama perguruan tinggi, serta perhatian serius terhadap wilayah pedalaman, diharapkan tidak ada lagi anak-anak Tambrauw yang tertinggal hanya karena faktor jarak dan akses.